Tag Archive jasa pembuatan sampul

ByWulan Febriolita

Prinsip Dasar Kearsipan

Prinsip Dasar Kearsipan

Diklat Manajemen Kearsipan Dan Pengelolaan Pusat ArsipSampul Buku – Penyimpanan arsip adalah salah satu fungsi manajemen arsip dalam hal menjamin penemuan kembali arsip dan penggunaannya di masa-masa yang akan datang. Penyimpanan Arsip merupakan rangkaian pengelolaan arsip agar aman, terjaga dan terpelihara. Berikut ini prinsip dasar kearsipan.

 

Prinsip Dasar Kearsipan, yaitu :

  1. Arsip diciptakan oleh masyarakat dan untuk masyarakat dimana tujuan kearsipan tidak terlepas dari 16 Prinsip Dasar Kearsipantujuan masyarakat.
  2. Sesuai dengan Undang – undang Nomor 7 tahun 1971 Bab IV pasal 9-10 yang mengatur tatalaksana penyelamatan dan perlindungan arsip bahwa pengumpulan dan pemeliharaan dan penyelamatan arsip adalah merupakan kewajiban setiap lembaga dan badan pemerintahan maka poin kedua ini dapat disimpulkan bahwa prinsip dasar kearsipan yang kedua adalah perlindungan dan penyelamatan arsip.
  3. Arsip sebagai pusat ingatan memberikan dorongan untuk rencana – rencana baru baik merupakan kegiatan spritual maupun duniawi.
  4. Arsip sebagai media penyimpanan naskah – naskah pemerintahan dan naskah bersejarah.
  5. arsip merupakan fakta sejarah kearsipan yang menunjukan keberadaan arsip dalam pemahaman arsip konvensional, identik, yang mempunyai informasi berharga dalam pelaksanaan administrasi.
  6. Arsip sebagai perwujudan ide dan gagasan manusia yang dapat menghasilkan karya untuk manusia.
  7. Arsip merupakan susunan konsep dalam bentuk fakta dan citra yang dapat diterima dan memiliki manfaat sebagai bahan perencanaan, pelaksanaan dan pengedalian.
  8. Arsip sebagai cerminan kehidupan yang dapat direnungi dan diambil manfaatnya dimasa mendatang.
  9. Merupakan kesatuan dalam merekam informasi yang memiliki kualifikasi lengkap dan terpercaya, menyeluruh dan tidak dapat dibagi – bagi, saling menjelaskan antar bagian dan mempunyai hubungan yang rasional dengan arsip sejenis.
  10. Arsip merupakan perwakilan ingatan manusia yang dituangkan dalam sebuah media.
  11. Arsip harus selalu tetap dan dapat dipercaya.
  12. Arsip merupakan respresentasi dari kebudayaan dan peradatan yang dilahirkan dari aktivitas berbagai kegiatan.
  13. Arsip merupakan bukti dari gagasan dan apa yang sudah diputuskan.
  14. Arsip sebagai ekspresi dari pengetahuan dan pengalaman .
  15. arsip merupakan bahan yang spesifik karena terbentuk dalam sebuah proses kegiatan atau transaksi yang digunakan sebagai bahan referensi dab sevagai sunber asli sebagai alat pertanggung jawaban maupun untuk kepentingan penelitian.
  16. Arsip hanya diperuntukan bagi pemakai jasa informasi yang berhak sesuai dengan peraturan perundang – undangan yang berlaku.
ByWulan Febriolita

Pentingnya Pengelolaan Arsip Di Lingkungan Pemerintahan Daerah

Pentingnya Pengelolaan Arsip Di Lingkungan Pemerintahan Daerah

11 Jenis Penelitian Kualitatif yang Umum Digunakan, Ketahui Perbedaannya -  Hot Liputan6.comSampul Buku – Pengelolaan arsip dilingkungan instutusi pemerintahan snagatlah penting. Pentingnya kearispan ini sesuai dengan Undang-undang (UU) Nomor 43 Tahun 2009 Tentang Kearsipan dan Kebijakan Pengembangan Jabatan Fungsional Arsipari. Betapa pentingnya pengelolaan arsip di lingkungan pemerintahan daerah. Yuk Simak penjelasannya.

 

Pentingnya Pengelolaan Arsip Di Lingkungan Pemerintahan Daerah

Pentingnya Pengelolaan Arsip Di Lingkungan Pemerintahan DaerahUntuk menunjang kegiatan admisnistrasi yang efisien diperlukan sebuah pengelolaan arsip yang baik, adapun permasalahan – permasalahan yang sering ditemui dalam pengelolaan arsip dilingkungan pemerintahan daerah antara lain :

  • Kurangnya sinkronisasi antar instansi pemerintahan daerah satu dengan yang lainnya, sehingga terjadi perbedaan data antara satu bidang dengan bidang lainnya.
  • Kemungkinan hilangnya beberapa arsip milik negara akibat human error ataupun hal lainnya.
  • Polemik aset negara karena tidak adanya bukti kepemilikan arsip.
  • Proses pencarian arsip yang sangat sulit dan tidak efisien.
  • Arsip yang tidak tersimpan dengan baik, dalam hal ini sering ditemukan penumpukan arsip penting di sembarang tempat dan menyebar di berbagai lokasi.
  • Pengelolaan arsip yang tidak memakai standar dan kaidah kearsipan yang baik.

Dari berbagai permasalahan yang sering ditemui dalam pengelolaan kearsipan dilingkungan pemerintahan adalah seringnya terjadi penumpukan arsip di sembarang tempat, baik itu kertas kerja, laporan, buku dan lain sebagainya, padahal sebagai sebuah arsip yang memiliki informasi penting didalamnya, keberadaan arsip haruslah di jaga dan dilestarikan serta dilindungi dari berbagai macam ancaman yang dapat mengganggu keberadaan arsip itu sendiri. dimana hal ini bisa terjadi akibat beberapa hal, antara lain :

  • Kurangnya sumber daya manusia di bidang kearsipan yang terlatih dan bertanggung jawab.
  • Bidang pengelola kearsipan yang kurang diminati oleh Aparatur Sipil Negara.
  • Sarana dan prasarana yang terbatas.
  • Belum adanya sentralisasi dalam pengelolaan kearsipan.
  • Belum adanya sebuah sistem pengelolaan kearsipan yang bisa menangani semua permasalahan yang ada.

Pentingnya Pengelolaan Arsip Di Lingkungan Pemerintahan DaerahPadahal secara fungsi pengelolaan kearsipan merupakan sebuah elemen yang dapat membantu berjalannya roda organisasi dengan efektif dan efisien, dengan adanya pengelolaan kearsipan yang baik maka secara langsung akan membantu perusahaan dalam memenuhi kebutuhan pengelolaan informasi yang tepat sesuai dengan kebutuhan perusahaan.

Dengan kata lain sebuah sistem pengelolaan kearsipan yang baik merupakan sebuah kebutuhan yang vital bagi sebuah organisasi pemerintahan, dimana pengelolaan kearsipan yang baik mampu memberikan solusi akan kebutuhan pengelolaan kearsipan dalam sebuah instansi pemerintahan.

ByWulan Febriolita

Kelebihan dan Kekurangan 4 Jenis Tata Ruang Kantor

Kelebihan dan Kekurangan 4 Jenis Tata Ruang Kantor

Jenis-Jenis Tata Ruang KantorSampul Buku – Jenis jenis tata ruang kantor ada bermacam-macam. Keputusan memilih desain kantor biasanya mengikuti kebutuhan perusahaan, daya tampung ruangan, hingga jumlah pegawai yang bekerja di dalamnya. Maka dari itu, jangan sembarangan memilih jenis tata ruang kantor.  Pasalnya, hal ini tidak hanya menyangkut faktor estetika saja, namun operasional dan efektivitas dari perusahaan tersebut. Berikut ini kelebihan dan kekurangan 4 jenis tata ruang kantor. Yuk simak penjelasannya.

1.    Tata Ruang Kantor Berkamar (Cubical Type Office)

Tata ruang berkamar adalah tata ruang untuk bekerja yang dipisahkan menggunakan sekat/kamar-kamar. Sekat tersebut dapat terbuat dari kayu maupun tembok atau benda keras lainnya. Tata ruang berkamar juga sering disebut tata ruang tertutup. Keuntungan tata ruang bersekat atau berkamar ini antara lain adalah sebagai berikut:

  1. Rahasia pekerjaan lebih terjamin, baik dari segi pembuatan dokumen, pembicaraan maupun aset lainnya yang disimpan seorang pegawai.
  2. Pekerja menjadi lebih konsentrasi.
  3. Meningkatkan kewibawaan pekerja karena bekerja di dalam suatu ruangan tersendiri.
  4. Terasa lebih menghargai tamu.

Sedangkan kerugian tata ruang kantor bersekat adalah sebagai berikut:

  1. Komunikasi antar pegawai menjadi terhambat karena ada sekat pemisah antara satu pegawai dengan pegawai lainnya.
  2. Biaya yang dikeluarkan untuk membuat tata ruang berkamar lebih besar ketimbang membuat tata ruang kantor terbuka, karena perlu membuat sekat-sekat kamar setiap ruangannya.
  3. Membutuhkan ruangan kantor yang lebih luas.
  4. Penggunaan ruangan kurang fleksibel.
cubical office layout

2.  Tata Ruang Kantor Terbuka (Open Plan Office)

Tata ruang kantor terbuka merupakan pengaturan tata ruang kantor dengan menggunakan sebuah ruangan besar untuk bekerja yang ditempat beberapa orang pegawai. Tata ruang terbuka memungkinkan komunikasi antar pegawai menjadi lebih lancar, sehingga mendorong para pegawai lebih komunikatif dan kreatif.
Keuntungan tata ruang kantor terbuka adalah sebagai berikut:
  1. Fleksibel dalam penggunaan seluruh ruangan serta tidak memerlukan biaya tinggi.
  2. Mudah melakukan komunikasi antar pegawai.
  3. Pemeliharaan peralatan, pemeliharaan kebersihaan ruangan, penggunaan peralatan, menjadi lebih mudah, hal ini akan menghemat biaya perusahaan.
  4. Menghemat penggunaan cahaya penerangan.
  5. Biaya instalasi pertama lebih murah dibanding tata ruang berkamar.

Sedangkan kerugian tata ruang kantor terbuka adalah sebagai berikut:

  1. Kegaduhan sering muncul disebabkan komunikasi yang sangat lancar dan intens.
  2. Konsentrasi pegawai terkadang buyar melihat banyak orang hilir mudik.
  3. Sulit merahasiakan pekerjaan penting dan bersifat rahasia.
  4. Pemandangan kurang baik karena tumpukan dokumen para pegawai menjadi tidak rapi.
  5. Kurang efektif diterapkan bagi pekerjaan yang membutuhkan konsentrasi tinggi.

3. Tata Ruang Kantor Berpanorama (Landscape Office)

Tata ruang kantor berpanorama adalah tata ruang kantor yang dihiasi oleh taman, dekorasi, dan hiasan lainnya. Bentuk ruangan ini bertujuan agar tampilan kantor menjadi nyaman selayaknya diluar ruangan.
Keuntungan tata ruang kantor berpanorama adalah sebagai berikut:
  1. Pegawai merasa nyaman dan betah bekerja di dalam ruangan.
  2. Pemandangan kantor terlihat segar dan hijau.
  3. Udara menjadi lebih segar, serta suplai oksigen semakin banyak.
  4. Tidak membutuhkan pencahayaan tinggi karena desain ini juga menggunakan penerangan dari alam.
  5. Produktivitas kerja meningkat, karena pekerjaan dilaksanakan dengan efisien.

Sedangkan kerugian tata ruang kantor berpanorama adalah sebagai berikut:

  1. Biaya pembuatannya tinggi, karena selain membuat ruangan kantor juga membuat panorama, atau taman dan dekorasi lainnya.
  2. Biaya perawatan menjadi lebih tinggi.
  3. Membutuhkan tenaga ahli dalam perancangan tata ruang kantor.
  4. Konsentrasi berkurang ketika terjadi sesuatu hal yang aneh diluar ruangan.
office landscape layout

4. Tata Ruang Kantor Gabungan (Mixed Office)

Tata ruang kantor gabungan berarti gabungan antara ketiga bentuk tata ruang sebelumnya. Penggunaan tata ruang kantor ini perlu dipertimbangkan untuk meminimalkan kerugian dan memanfaatkan keuntungan dari ketiga tata ruang sebelumnya.
ByWulan Febriolita

Penyimpanan Arsip Sistem Subjek

Penyimpanan Arsip Sistem Subjek

Yuk, Rawat Arsip Pribadimu dengan Terapkan Tips dari Dosen UNAIR Berikut -  Unair NewsSampul Buku – Dalam kegiatan mengarsip, mengaplikasikan sistem yang baik dalam menyimpan arsip menjadi suatu hal yang penting.Hal pertama yang harus dilakukan dalam menyimpan arsip dengan sistem subjek adalah marancang daftar klasifikasi masalah. Mulai dari masalah utama (main subjek) atau lajur utama, sub masalah atau lajur pembantu, dan sub-sub subjek atau lajur kelompok kecil.  Beikut ini penyimpanan arsip sistem subjek. Yuk simak artikel ini:

Pengertian Sistem Subjek

Sistem subjek adalah sistem penyimpanan dan penemuan kembali arsip yang disusun berdasarkan pengelompokan nama masalah/subjek pada isi surat. Dalam mengelola arsip pribadi kita juga dapat menerapkan sistem subjek, misalnya di rumah tangga. Ada arsip tentang pembayaran rekening listrik, rekening telepon, arsip tentang ijazah, akte kelahiran, dan lain-lain.

Kelebihan sistem subjek

  1. mudah mencari keterangan bila perihalnya saja yang ingin diketahui.
  2. dapat dikembangkan dengan tidak terbatasnya judul dan susunannya.

Kelemahan sistem subjek

  1. sulit mengklasifikasikan apabila terdapat aneka ragam perihal yang hampir sama padahal berbeda satu sama lain.
  2. kurang cocok untuk bermacam jenis surat. 

Pada sistem subjek ini sebelum kita menyimpan arsip hendaknya dipersiapkan terlebih dahulu Daftar Klasifikasi Arsip. Daftar klasifikasi arsip ini adalah daftar yang berisi tentang pengelompokan arsip berdasarkan masalah-masalah, secara sistematis dan logis, serta disusun berjenjang dengan tanda-tanda khusus yang berfungsi sebagai kode.

Tujuan pembuatan daftar klasifikasi subjek adalah sebagai berikut:

  • Agar istilah yang digunakan untuk pengelompokan dokumen dapat dibuat tetap dan seragam
  • Semua arsip yang bersubjek sama akan dapat berkumpul di tempat yang sama, dan arsip yang subjeknya saling berkaitan akan diletakkan berdekatan.
  • Mengusahakan agar arsip secara mudah, cepat, dan tepat, ditentukan kembali dan dikembalikan ke tempat semula. 

Dalam menyusun daftar klasifikasi subjek, masalah-masalah yang ada dibagi menjadi beberapa tingkatan, yaitu sebagai berikut.

  • Tingkat I : masalah utama (masalah yang paling luas)
  • Tingkat II : sub masalah (masalah yang lebih kecil dari masalah utama)
  • Tingkat III : sub-sub masalah (masalah yang lebih kecil dari sub masalah)

berikut contohnya.

Masalah Utama
Masalah
Sub Masalah
Kp  : Kepegawaian
Cuti
a. Cuti Melahirkan
b. Cuti Sakit
c. Cuti Tahunan
Mutasi
a. Kenaikan golongan
b. Masa kerja
c. Tunjangan keluarga
d. Alih tugas
e. Jabatan

 

sistem subjek
filing cabinet sistem subjek

 

guide sistem masalah
guide sistem subjek

 

hanging map sistem masalah
hanging map dalam sistem subjek
untuk instansi yang ruang lingkupnya luas, dapat menggunakan daftar klasifikasi subjek sampai 3 tingkatan atau lebih, sedangkan instansi yang bidang kerjanya kecil cukup menggunakan satu atau dua tingkatan saja.

Proses penyimpanan dalam sistem arisp ini menggunakan peralatan atau perlengkapan seperti berikut ini.
1. Filing cabinet;  jumlah laci disesuaikan dengan banyaknya kelompok masalah utama
2. Guide; jumlanya disesuaikan dengan banyaknya kelompok masalah
3. folder; jumlahnya disesuaikan dengan banyaknya kelompok masalah
4. Kartu Indeks
5. Rak Sortir
6. Lemari kartu indeks

Prosedur penyimpanan arsip

Langkah-langkah menyimpan arsip sistem subjek pada dasarnya sama dengan sistem-sistem yang lain, yaitu sebagai berikut.

a.   memeriksa berkas
Berkas atau surat yang disimpan diperiksa untuk memastikan apakah arsip sudah selesai diproses atau belum, dengan melihat tanda-tanda perintah surat disimpan. Pada saat memeriksa petugas sekaligus menentukan subjek surat tersebut.
Contoh: Bagas akan menyimpan surat dari ibu Arliani tentang cuti sakit. Berarti surat tersebut subjeknya adalah Cuti Sakit.

b.    mengindeks
Mengindeks dalam sistem subjek artinya menentukan permasalahan surat dengan mencocokan dengan daftar klasifikasi yang sudah dibuat.

c.    mengode
Menuliskan kode pada surat tersebut sesuai dengan daftar klasifikasi subjek. Jika daftar klasifikasi subjek menggunakan kode beberapa huruf atau angka, maka kode yang ditulis pada surat adalah kode huruf atau angka tersebut. Tetapi jika daftar klasifikasi tidak menggunakan kode, maka yang ditulis adalah nama subjeknya. Kode subjek yang ditulis adalah nama/nomor subjek pada daftar klasifikasi yang tingkatannya paling kecil.

d.    menyortir
Surat-surat yang mempunyai kode yang sama dikelompokan menjadi satu. Apabila surat hanya satu, maka tidak perlu disortir.

e.   menempatkan
Surat-surat ditempatkan sesuai dengan kode sura dan kode tempat penyimpanan.
contoh: surat sakit dari ibu Arliani ditempatkan dalam laci berkode Kepegawaian, dibelakang guide cuti dan di dalam hangin folder Cuti sakit.
Catatan: sebelum surat ditempatkan secara permanen pada tempat penyimpanan, jangan lupa untuk membuat kartu indeks terlebih dahulu.
Perhatikan contoh kartu indeks berikut.

kartu indeks sistem subjek
kartu indeks

 

ByWulan Febriolita

Pengelolaan Dokumen Akutansi Dalam Perusahaan

Pengelolaan Dokumen Akutansi Dalam Perusahaan

Tahap Pencatatan Dalam Siklus Akuntansi Perusahaan Jasa - Kelas PintarSampul Buku – Akuntansi menurut  American Accounting Association (AAA) adalah proses mengidentifikasi, mengukur dan melaporkan informasi ekonomi untuk memungkinkan adanya penilaian dan keputusan yang jelas dan tegas bagi pihak pemakai informasi. Sedangkan akuntansi menurut American Institute of Certified Public Accountants (AICPA) adalah proses pencatatan, penggolongan dan peringkasan transaksi kejadian yang tepat (berdaya guna) dalam bentuk satuan uang dan penafsiran hasil dari proses tersebut. Berikut ini cara pengelolaan dokumen akuntansi dalam perusahaan.

Pengelolaan Dokumen Akutansi Dalam Perusahaan

Sebagai gambaran untuk menghasilkan laporan penjualan, transaksi, retur, kuantitas penjualan dan lain sebagainya semua dicatat dan disimpan dalam sebuah dokumen fisik ataupun dokumen digital, dimana nantinya dokumen ini akan dijadikan bukti sah atas proses terjadinya proses kegiatan tersebut.

Tahapan dalam sebuah sistem akutansi antara lain sebagai berikut :

  • Bagaimana mengetahui secara pasti mengenai dokumen bukti transaksi yang digunakan oleh perusahaan, baik itu mengetahui jumlah fisik maupun non fisik serta data penting lainnya yang berhubungan dengan transaksi perusahaan.
  • Bagaiman mengelompokkan juga mencatat data yang ada seperti dokumen bukti transaksi kedalam catatan – catatan akutansi yang ada.
  • Bagaimana menyimpulkan informasi yang ada dalam catatan akutansi dan dibentuk menjadi laporan – laporan bagi pihak manajemen dan bagian lainnya yang memiliki kepentingan, sehingga menjadi informasi yang mudah dicerna dan valid.

Pengelolaan Dokumen Akutansi Dalam PerusahaanTujuan dari adanya sistem akutansi adalah untuk menyediakan informasi keuangan bagi pihak yang berkepentingan, untuk memperbaiki informasi dari sistem yang sudah ada,untuk pengendalian akutansi, serta untuk mengefisienkan pengeluaran dan pendapatan biaya – biaya perusahaan. Dengan begitu terdapat manfaat besar pada Pengelolaan Dokumen Akutansi Dalam Perusahaan yang secara langsung mampu memberikan efek yang sangat besar bagi berjalannya roda perusahaan.

Dilihat dari fungsi dan tujuannya maka sebuah pengelolaan dokumen akutansi memerlukan sebuah sistem yang efektif dan efisien. banyaknya dokumen – dokumen yang dihasilkan perharinya dalam sebuah manajemen akutansi akan menjadi sebuah masalah jika tidak dilakukan dengan benar.

Pengelolaan Dokumen Akutansi Dalam PerusahaanUntuk itu diperlukan sebuah sistem pengelolaan dokumen yang mampu mengelola semua dokumen akutansi yang ada, dalam hal ini untuk pengelolaan dokumen akutansi yang berupa fisik, penggunaan – penggunaan lemari arsip yang mempunyai kapasitas besar menjadi sebuah keharusan, dengan menggunakan lemari arsip berkapasitas besar selain akan melindungi dokumen akutansi dari berbagai ancaman juga mampu mensentralisasi penyimpanan dokumen.

Untuk pengelolaan dokumen dalam bentuk digital penggunaan Document Management System (DMS) merupakan solusi yang patut dipertimbangkan, bagaimana tidak dengan menggunakan DMS ini maka akan memudahkan seorang akuntan dalammengelola dokumen keuangan nya dengan aman dan efektif.

ByWulan Febriolita

Penyimpanan Arsip Sistem Tanggal

Penyimpanan Arsip Sistem Tanggal

Kearsipan Sistem Tanggal | Other Quiz - QuizizzSampul Buku – Penyimpanan arsip sistem tanggal adalah sistem penyimpanan dan penemuan kembali arsip yang disusun berdasarkan tahun, bulan, dan tanggal arsip dibuat. Sistem ini merupakan sistem yang sederhana dan mudah, tetapi sistem ini seringkali menggunakan alat bantu lain (kartu indeks) untuk menemukan arsip yang dicari. Hal ini dekarenakan orang sangat sulit untuk mengingat tanggal kapan surat tersebut dibuat. Apalagi jika arsip yang dicari sudah terjadi beberapa tahun yang lalu. Inilah artikel yang akan membahas mengenai penyimpanan arsip ssitem tanggal.

Jenis-jenis peralatan dan perlengkapan dalam sistem tanggal.

Peralatan dan perlengkapan yang digunakan untuk penyimpanan arsip sistem tanggal antara lain sebagai berikut;

a)   Filing Cabinet

Filing Cabinet Lion Standar Harga Ekonomis | MasterKantorFiling cabinet disesuaikan dengan daftar klasifikasi yang sudah dibuat. Pada umumnya satu laci filing cabinet dapat menyimpan arsip untuk satu tahun. Tetapi bisa saja 1 laci untuk menyimpan arsip 2-3 bulan, jika arsip yang disimpan dalam jumlah yang banyak.

b)    Guide

Jual GUIDE atau SEKAT ARSIP di Lapak JASA ARSIP KONSULTINDO | BukalapakJika satu laci memuat arsip satu tahun, maka satu laci memerlukan guide sebanyak 12 (dalam satu tahun ada 12 bulan). Tetapi jika satu laci memuat 2-3 bulan maka diperlukan guide sebanyak bulan tersebut.

c)   Hanging Folder

Macam Macam Jenis Alat-Alat Peralatan Kearsipan dan FungsinyaJumlah hanging folder yang dibutuhkan adalah sebanyak jumlah hari dalam satu tahun. Tetapi jika laci hanya untuk 2-3 bulan, maka diperlukan hanging folder sebanyak jumlah hari dari 2-3 bulan tersebut.

d)    Kartu Indeks

6 Warna Indeks Tab Kartu Indeks Stiker Set Cute Sticky Note Post Memo Pad  untuk Perlengkapan Sekolah Aksesoris Kantor Alat Tulis|memo pad|cute sticky  notessticky notes - AliExpressKartu indeks diperlukan sebanyak jumlah dari jenis arsip yang disimpan. untuk lebih jelas peralatan yang dibutuhkan pada penyimpanan sistem tanggal ini silahkan baca.

Prosedur penyimpanan arsip sistem tanggal

Langkah-langkah penyimpanan arsip sistem tanggal pada dasarnya sama dengan langkah sebelumnya, antara lain sebagai berikut.

a)    Memeriksa surat/berkas

Surat/berkas diperiksa dengan melihat tanda-tanda perintah penyimpanan dan menentukan identitas surat, yaitu tanggal surat tersebut dibuat. Contoh:
Agus akan menyimpan arsip dari PT Surya Kencana tertanggal 1 Maret 2013. Berarti identitas surat tersebut adalah 1 Maret 2013.

b)   Mengindeks

Membagi tanggal menjadi tanggal utama, sub tanggal, dan sub-sub tanggal. Contoh:
Surat tanggal 1 Maret 2013 terdiri dari tanggal utama (2013), sub tanggal (Maret), sub-sub tanggal (1).

c)   Mengode

Memberi kode pada surat dengan kode tanggal. Pembuatan kode dengan menuliskan kode tanggal pada sebelah kanan atas sebagai penanda surat. Hal ini dimaksudkan agar mempermudah pada saat pencarian kembali arsip.

d)   Menyortir

Kegiatan menyortir dilakukan tergantung situasi dan kondisi, menyortir dilakukan jika kuantitas surat masuk dan keluarnya banyak pada hari yang sama.

e)   Menempatkan

Langkah terakhir dalam penyimpanan surat adalah menempatkan arsip sesuai dengan kode dan klasifikasi surat. Contoh: arsip tertanggal 1 Maret 2013 disimpan pada laci berkode 2013, dibelakang guide Maret, di dalam hanging folder berkode 1. Perlu diingat bahwa penyimpanan sistem tanggal pun harus menyediakan kartu indeksnya, jadi kartu indeks untuk surat tertanggal 1 Maret 2013 harus dibuat juga.

Prosedur penemuan kembali arsip sistem tanggal

Langkah-langkah penemuan kembali arsip pada sistem tanggal adalah sebagai berikut.

  • Tentukan identitas surat, berupa tanggal berapa surat tersebut dibuat. Contoh Arip ingin meminjam arsip lamaran kerja Retno Ismaningsih tertanggal 5 Februari 2012. Berarti identitas arsip tersebut adalah 5 Februari 2012.
  • Cari arsip tersebut dalam laci berkode 2012, dibelakang guide februari didalam hanging folder 5.
  • Lihat arsip tersebut apakah benar sesuai yang dicari. Jika ya, ambil arsip tersebut dan tukar dengan lembar pinjam arsip (lembar 1).
  • Berikan arsip tersebut kepada peminjam berikut dengan lembar pinjaman arsip (lembar 2)
  • Simpan lembar pinjam arsip (lembar 3) ke dalam tickler file
Jika identitas arsip tidak diketahui maka proses mencari arsipnya menggunakan kartu indeks. Adapun langkahnya adalah sebagai berikut.
  • Tentukan identitas arsip, berupa nama orang/badan/perusahaan. contoh, Arip akan meminjam arsip Retno Ismaningsih yang tidak diketahui tanggal pembuatannya. Berarti identitas arsip tersebut adalah Retno Ismaningsih.
  • Indekslah nama tersebut menjadi Ismaningsih, Agus.
  • Tentukan kodenya menjadi Is
  • Carilah kartu indeks di dalam laci berkode I, dibelakang guide berkode I dan hanging folder Is.
  • Lihatlah kartu indeks tersebut dan lihat kode surat. contoh untuk kasus diatas setelah dilihat ternyata arsip tersebut mempunyai kode surat 5 Februari 2012.
  • Ambillah arsip yang dimaksud tadi pada laci berkode 2012, dibelakang guide Februari, dalam hanging folder 5.
  • Jika arsip tersebut benar, ambillah dari folder dan ganti dengan lembar pinjam arsip (lembar 1).
  • Berikan kepada peminjam berikut lembar pinjam arsip (lembar 2).
  • Simpan lembar pinjaman arsip tersebut (lembar 3) pada ticker file.
ByWulan Febriolita

Penyimpanan Arsip Sistem Nomor

Penyimpanan Arsip Sistem Nomor

Ahli Perkantoran: Sistem kearsipanSampul Buku – Sistem nomor adalah sistem penyimpanan dan penemuan kembali arsip yang disusun dengan menggunakan. Kode angka/nomor. Adapun sistem nomor yang digunakan berdasarkan peraturan yang sudah lazim digunakan yakni.

 

Jenis Sistem Penyimpanan Arsip berdasarkan:

  1.  Nomor Dewey
  2. Seri (urut)
  3. Terminal digit.

Sistem penyimpanan arsip berdasarkan nomor banyak digunakan di berbagai kantor atau instansi yang penggunanya menggunakan urutan nomor, cth, KTP, No. Rek Bank, Nomor Induk Siswa (NIS), dan penggunaan nomor lain semacamnya.
Contoh:

  • Sekolah                : Nomor Induks Sekolah
  • Perguruan Tinggi   : Nomor Induk Mahasiswa
  • PLN                     : Nomor Rekening Listrik
  • Rumah Sakit         : Nomor Identitas Pasien
Seperti dijelaskan diatas bahwa penyimpanan arsip dengan sistem nomor menggunakan penyimpanan dengan metode nomor tertentu, berikut akan dijelaskan metode-metode tersebut.

1. Penyimpanan arsip berdasarkan nomor Dewey

Filing sistem ini diciptakan oleh Malvile Dewey. Sistem ini disebut juga sistem desimal dengan menggunakan notasi angka 0-9. Untuk menyusun arsip dengan sistem nomor kita perlu membuat daftar klasifikasi, daftar klasifikasi ini adalah daftar yang memuat segala persoalan kegiatan yang ada di dalam kantor/perusahaan.

Membuat daftar klasifikasi Dewey memerlukan pemikiran yang tajam, karena setiap tingkat permasalahan hanya dibuat 10 masalah saja. Masalah utama terdiri dari 10 masalah. Setiap satu masalah utama terdiri dari 10 sub masalah. Setiap satu sub masalah terdiri dari 10 sub-sub masalah. Oleh karena itu, pengelompokan nama masalah harus benar-benar teliti, sehingga semua masalah surat dapat tercakup semua dalam klasifikasi.
Contoh daftar klasifikasi nomor Dewey.

Masalah utama                      Sub Masalah          Sub-sub Masalah
000 Organisasi
100 Kepegawaian
100 Upah
110 Cuti
110 Cuti Melahirkan
111 Cuti Sakit
112 Cuti Tahunan
200 Keuangan
200 Kredit
210 Pajak
210 Pajak Motor
211 Pajak Mobil
212 PBB
213 PPH

Setelah membuat daftar klasifikasi, hal berikutnya dalam penyimpanan kearsipan adalah mempersiapkan peralatan dan perlengkapan. Berikut ini adalah jenis perlengkapan dan peralatan yang dibutuhkan dalam sistem Dewey.

1. Filing cabinet

Diperlukan 10 Laci filing cabinet, kode laci ini sebagai penunjuk masalah utama. Kode laci ini berurutan sebagai berikut.
Laci 1    Kodenya    000
Laci 2    Kodenya    100
Laci 3    Kodenya    200
Laci 4    Kodenya    300
Laci 5    Kodenya    400
Laci 6    Kodenya    500
Laci 7    Kodenya    600
Laci 8    Kodenya    708
Laci 9    Kodenya    800
Laci 10  Kodenya    900

2. Guide

Setiap masalah utama terdiri dari 10 sub masalah. Maka apabila ada 10 masalah utama berarti ada 100 sub masalah. Oleh karena itu dibutuhkan pula guide sebanyak 100 buah. Untuk Kode guidenya sendiri dapat dilihat sebagai berikut.
Guide 1      Kodenya   000
Guide 2      Kodenya   010
Guide 3      Kodenya   020
Guide 4      Kodenya   030
Guide 5      Kodenya   040
Guide 6      Kodenya   050
Guide 7      Kodenya   060
Guide 8      Kodenya   070
Guide 9      Kodenya   080
Guide 10    Kodenya   090

3. Hanging Folder

Setiap sub masalah terdiri dari 10 sub-sub masalah. Jika ada 100 sub masalah berarti dibutuhkan 1.000 hanging folder. Hanging folder ini terletak dibelakang guide. Pada guide 010, terdapat 10 hanging folder yang berkode sebagai berikut.
Hanging folder 1    Kodenya    010
Hanging folder 2    Kodenya    011
Hanging folder 3    Kodenya    012
Hanging folder 4    Kodenya    013
Hanging folder 5    Kodenya    014
Hanging folder 6    Kodenya    015
Hanging folder 7    Kodenya    016
Hanging folder 8    Kodenya    017
Hanging folder 9    Kodenya    018
Hanging folder 10  Kodenya    019

d. Kartu indeks
Kartu indeks digunakan untuk mencatat setiap surat yang disimpan.

e. Rak sortir
Jumlah rak sortir disesuaikan dengan kebutuhann.

Setelah peralatannya sudah tersedia, maka langkah selanjutnya adalah penyimpanan dengan menggunakan sistem ini, prosedurnya adalah sebagai berikut.

  1. Memeriksa berkas. Tahap ini dilakukan dengan memeriksa tanda-tanda perintah penyimpanan arsip, apakan ada tanda ‘dep’, simpan, dan lain sebagainya.
  2. Mengindeks,  mengindeks dilakukan dengan cara melihat masalah surat tersebut kemudian mencocokan dengan daftar klasifikasi nomor Dewey yang sudah kita buat tadi Jangan lupa untuk membuat kartu indeksnya.
  3. Mengode, memberi kode pada surat dengan nomor klasifikasi Dewey. Contoh: Masalah cuti melahirkan berkode 111.6. Saat memasukan surat ke folder, petugas harus melihat surat ini merupakan surat yang keberapa. Jika di folder sudah ada 6 surat,  berarti surat ini merupakan surat yang ke 7. Sehingga kode surat menjadi 111.6 (surat dimulai dari kode 0 sebagai urutan 1).
  4. Menyortir, kegiatan ini dilakukan jika jumlah surat sudah banyak.
  5. Menempatkan, tempatkanlah surat di dalam laci berkode 100, dibelakang guide berkode 110, di dalam hanging folder berkode 111, surat urutan ke 7 dari belakang.
Sedangkan untuk prosedur penemuan kembali menggunakan sistem nomor dewey ini adalah sebagai berikut
  • Jika kode surat yang akan dicari sudah di ketahui, maka langsung cari saja pada tempat penyimpanannya.
  • Contoh: Arman akan mencari surat berkode 245.1. Maka ia akan mencari pada laci berkode 200, dibelakang guide berkode 240, dalam hanging folder 345, urutan surat ke 2 (2+1).
  • Ambil surat dari folder dan tukar dengan lembar pinjam arsip (lembar 1)
  • Berikan kepada peminjam berikut lembar pinjam arsip (lembar 2)
  • Simpan lembar pinjam arsip (lembar 3) pada tickler file.
  • Sedangkan jika tidak mengetahui surat yang akan dicari, maka pergilah ke cardex untuk melihat kartu indeks. kemudian lihatlah kodenya dan carilah seperti cara yang diatas.

2. Sistem penyimpanan arsip berdasarkan nomor seri (urut)

 
Sistem ini dilakukan jika jumlah arsip yang disimpan berkisar 1.000 sampai 10.000 arsip. Penomoran dimulai dari nomor 1,2,3, dan seterusnya. Pada sistem ini setiap koresponden diberi nomor kode sesuai dengan urutan yang berlaku pada Buku Nomor.
Buku Nomor adalah buku yang berisi nomor-nomor yang sudah digunakan sebagai nomor koresponden (nama) dalam file sistem nomor. Nama koresponden yang dapat deberi kode nomor adalah jika surat atas nama tersebut sudah lebih dari 5 surat. Tetapi jika belum mencapai 5 surat, maka belum ditulis pada buku nomor, surat diberi kode sementara dengan huruf C yang berarti file Campuran.
Untuk daftar klasifikasi nomor seri adalah sebagai berikut.
1 – 100 (kode laci)
      1 – 10 (kode guide
      11 – 20
             11 (kode hanging folder)
             12
             13
             14
             15
             16
             17
             18
             19
             20
101 – 200
Untuk jenis-jenis peraelatan dan perlengkapan yang digunakan adalah sebagai berikut.

a) Filing cabinet

Satu laci filing cabinet dapat menampung sampai sebanyak 5.000 surat. Namun untuk mempermudah menyimpan dan mengambil arsip sebagiknya diisi dengan 3.500-4000 arsip. Berarti untuk menyimpan 10.000 surat diperlukan 3 laci filing cabinet (satu filing cabinet berlaci)

b) Guide

Guide diperlukan sebagai pembatas, dibelakang guide ditempatkan beberapa folder, kurang lebih sepuluh folder. Satu folder berisi 25 lembar surat, berarti satu laci memuat 150 folder. Sehingga diperlukan 10 guide setiap laci.

c) Hanging Folder

Satu laci butuh sekitar 150 hanging folder. Berarti dibutuhkan sekitar 450 hanging folder untuk menyimpan arsip sebanyak 10.000 lembar.

d) Kartu Indeks

Kartu indeks dibuat sebanyak jumlah nama koresponden dari arsip yang disimpan. Jika jumlah surat dari satu koresponden sudah lebih dari 5, maka kode surat pada kartu indeks ditulis dengan kode nomor, tetapi jika belum diberi kode C.

e) Buku Nomor

Perhatikan buku nomor berikut

Tanggal                    Nama                                         Nomor File
10 Januari 2013               Muhammad Galih Prasetyo          100
15 Februari 2013             Muhammad Aryo Wibisono         101
25 Maret 2013                Adinda Nur Aisyah                      102

Setelah peralatan untuk sistem ini tersedia maka langkah selanjutnya cara menyimpan arsip dengan sistem nomor seri ini adalah sebagai berikut.
a) Memeriksa Berkas
b) mengindeks
Tentukan nama koresponden dari surat/arsip yang akan disimpan, kemudian indeks sesuai peraturan mengindeks. Kemudian lihat kartu indeks nama tersebut pada laci cardex.
Setelah melihat kartu indeks akan menghasilkan tiga kemungkinan yaitu

  1. Jika kartu indeksnya belum ada berarti arsip tersebut adalah koresponden baru, sehingga perlu dibuat kartu indeksnya dan diberi kode C.
  2. Jika indeksnya ada dan berkode C, berarti nama tersebut jumlah arsipnya masih kurang dari 5 dan disimpan pada map campuran. Tidak perlu dibuatkan kartu indeks. Bila jumlahnya lebih dari 5 surat, maka arsip tersebut dikeluarkan dari map campuran dan ditempatkan pada map individu dan diberi kode nomor, kode C pada karu indeks dicoret dan diganti dengan kode nomor.
  3. Jika karu indeksnya ada dan bernomor, berarti arsip tersebut sudah lebih dari 5 surat dan berada pada map individu. Tidak perlu dibuatkan kartu indeksnya lagi.
c) Mengkode
Beri surat sesuai dengan nomor pada buku nomor. Atau kode C, jika jumlahnya belum mencapai 5.
d) Mensortir
Kegiatan ini dilakukan jika surat dalam jumlah yang banyak.
e) Menempatkan
Arsip ditempatkan pada tempat penyimpanan sesuai dengan kode. Jika arsip berkode C, maka ditempatkan pada laci berkode C (Campuran). Tetapi jika kodenya adalah nomor, berarti ditempatkan pada laci yang berkode sesuai dengan nomor surat.
Contoh:
Arsip atas nama Ari Junaedi akan disimpan dengan sistem nomor seri. Maka herlina sebagai petugas arsip melakukan langkah-langkah berikut.
  • Mengindeks nama Ari Junaedi menjadi Junaedi, Ari.
  • Mengkode nama tersebut menjadi Ju.
  • Mencari pada karut indeks pada laci kode J, dibelakang guide Ju.
  • Lihat kode pada kartu indeks (kode 208).
  • Beri kode pada surat dengan kode 208.
  • Tempatkan arsip pada laci berkode 151-300, dibelakang guide 201-210, didalam hanging folder berkode 208, dan ditempatkan paling depan.
Untuk menemukan kembali arsip dengan menggunakan sistem ini, maka dapat dilakukan langkah sebagai berikut.
  • Cari kode nomor arsip tersebut jika sudah diketahui. Jika belum, dapat dilihat pada kartu indeks berapa nomor yang dimaksud.
  • cari arsip tersebut pada tempat penyimpanan sesuai dengan kode nomor arsip tersebut.
  • Ambil arisp dan tukar dengan lembar pinjam arsip (lembar 1)
  • Berikan pada peminjam arsip berikut lembar pinjam arsip (lembar 2)
  • Simpan lembar pinjam arsip (lembar 3) pada tickler file.

3) Sistem penyimpanan arsip berdasarkan nomor terminal digit

Sistem penyimpanan arsip berdasarkan sistem terminal digit adalah sistem penyimpanan dan penemuan berdasarkan nomor urut pada buku arsip. Nomor urut pada buku arsip dimulai pada nomor 0000 (4 digit), sehingga arsip yang bernomor 0000 adalah arsip yang pertama disimpan.
Untuk paham sistem ini diperlukan konsentrasi yang tinggi, karena sistem ini sulit dipahami
jika pertama kali membaca. Pada sistem ini penomoran ditentukan pada satu kelompok nomor yang mudah dibaca dari kanan ke kiri, yang dipisahkan dalam kelompok terdiri dari 2 – 3 nomor.
Jenis-jenis peralatan dan perlengkapan yang dibutuhkan pada sistem nomor terminal digit ini adalah sebagai berikut.

a) Filing Cabinet

Diperlukan 10 laci filing cabinet yang berkode
Laci 1 kodenya  00 – 09
Laci 2 kodenya  10 – 19
Laci 3 kodenya  20 – 29
Laci 4 kodenya  30 – 39
Laci 5 kodenya  40 – 49
Laci 6 kodenya  50 – 59
Laci 7 kodenya  60 – 69
Laci 8 kodenya  70 – 79
Laci 9 kodenya  80 – 89
Laci 10 kodenya  90 – 99

b) Guide

Setiap laci terdiri dari 10 Guide. Jika 10 laci berarti dibutuhkan 100 guide. Laci yang berkode 00-09, terdapat 10 guide yang berkode sebagai berikut.
Guide 1 kodenya  00
Guide 2 kodenya  01
Guide 3 kodenya  02
Guide 4 kodenya  03
Guide 5 kodenya  04
Guide 6 kodenya  05
Guide 7 kodenya  06
Guide 8 kodenya  07
Guide 9 kodenya  08
Guide 10 kodenya  09

c) Hanging Folder

Di belakang guide terdapat 10 hanging folder. Jika ada 100 guide berarti dibutuhkan 1.000 hanging folder.
Guide yang berkode 00, terdapat hanging folder yang berkode sebagai berikut.
Hanging folder 1    kodenya   00/0
Hanging folder 2    kodenya   00/1
Hanging folder 3    kodenya   00/2
Hanging folder 4    kodenya   00/3
Hanging folder 5    kodenya   00/4
Hanging folder 6    kodenya   00/5
Hanging folder 7    kodenya   00/6
Hanging folder 8    kodenya   00/7
Hanging folder 9    kodenya   00/8
Hanging folder 10  kodenya   00/9


d) Kartu indeks
Setiap surat yang disimpan dibuatkan kartu indeksya

e) Buku Arsip
Buku arsip adalah yang digunakan untuk mencatat surat-surat yang akan disimpan sebagai arsip.
contoh.

NO.         Tanggal Simpan         Caption/Judul         No. Surat         Hal. Surat              Ket.
0000        2 Jan 2014                  Andika                      –                        Lamaran kerja        –
0001        7 Jan 2014                  PT Agung                  3/B/1/14            Tagihan                  –
0002        3 Feb 2014                 CV Aria                    4/C/1/14            Tagihan                  –

Untuk menyimpan arsip sistem nomor dapat dilakukan sebagai berikut.

a) Memeriksa Berkas
Berkas diperiksa tanda-tanda perintah penyimpanannya

b) Mengindeks
Mengindeks dalam sistem terminal digit adalah membagi nomor arsip yang berasal dari buku arsip beberapa unit untuk menunjukkan letak/posisi dimana surat tersebut disimpan.
Jadi arsip yang akan disimpan terlebih dahulu dicatat dalam buku arsip untuk mendapatkan nomor urut penyimpanan yang sekaligus juga sebagai kode surat. Disamping itu jangan lupa dibuatkan kartu indeksnya.
Contoh kode surat 0456
Kode surat pada kartu indeks memiliki arti sebagai berikut.

Unit  I
Diambil dua angka dari urutan paling akhir (56), artinya menyatakan nomor laci (50-59) dan nomor guide (56).

Unit II
Satu angka setelah unit ke satu (4), artinya menyatakan urutan folder yang tersimpan dalam laci (56/4).

Unit III
Semua angka setelah unit 1 dan 2 (0), artinya menyatakan urutan warkat yang ada dalam folder +1.

Berarti warkat yang berkode 0456, dapat kita simpan pada laci berkode 50-59, guide 56, hanging folder 56/4, pada urutan surat ke 1.

c)  Mengkode
Menentukan kode berdasarkan nomor urut pada buku arsip. Jika surat terakhir yang disimpan sudah mencapai nomor 1000, maka surat selanjutnya bernomor urut 1001, sehingga kode nomor surat tersebut 1001.

d)  Mensortir
Dilakukan jika jumlah arsip yang disimpan dalam jumlah yang banyak.

e)  Menempatkan
Tempatkan arsip pada tempat penyimpanan yang sesuai dengan kode surat dan indeks dalam sistem terminal digit.

Untuk prosedur penemuan kembali dapat dilakukan dengan cara berikut ini.

  • Tentukan kode surat yang ingin dicari
  • jika kode surat diketahui maka langsung ke tempat penyimpanan, tetapi jika kode surat tidak diketahui maka merujuklah pada kartu indeks.
  • cari arsip pada tempat penyimpanan sesuai dengan ketentuan pemberian kode.
  • ambil arsip jika sudah ditemukan, dan tukar dengan lembar pinjam arsip (lembar 1)
  • berikan kepada peminjam arisp berikut dengan lembar pinjam arsip (lembar 2)
  • simpan lembar pinjam arisp (lembar 3) pada tickler file.
ByWulan Febriolita

Tips dan Trik Agar Anak Anda Gemar Membaca Buku

Tips dan Trik Agar Anak Anda Gemar Membaca Buku

7 Cara Ampuh agar Anak Gemar Membaca BukuSampul Buku – Buku merupakan jendela ilmu, maka membaca perlu dijadikan salah satu kegiatan wajib sejak anak-anak masih kecil. Sayangnya, karena berbagai alasan banyak anak tidak suka membaca. Sebagai orangtua, Anda bisa melakukan berbagai trik untuk membiasakan anak gemar membaca. Misalnya, Anda bisa membacakan buku cerita untuk anak, dan membuat kegiatan membaca menjadi lebih menyenangkan baginya. Berikut ini tips dan trik agar anak anda gemar membaca buku.

Bacakan Buku Untuk Anak Setiap Hari

Membacakan buku bagi anak setiap harinya dapat meningkatkan pengetahuan mereka. Sebagai orang tua, kalian harus menyempatkan waktu untuk membacakan buku 20-30 menit sebelum tidur. Biasanya anak – anak yang senang membaca buku sejak dini ternyata memiliki orang tua yang menyempatkan waktu untuk membacakan buku bersama mereka. Membacakan buku cerita pada anak juga dapat diselingi dengan tanya jawab dan diskusi kepada anak. Kegiatan ini juga dapat mempererat hubungan antara orang tua dan anak.

Beri Contoh pada Anak

Anak cenderung mengikuti perilaku orang tuanya. Maka dari itu contohkan lebih dahulu kepada anak – anak anda bahwa anda juga terbiasa membaca buku. Orang tua juga dapat mengajak anak untuk ikut membaca bersama dengannya. Dengan begitu anak anda akan menganggap bahwa membaca adalah kegiatan penting yang harus dilakukan. Jadikanlah kegiatan membaca menjadi suatu kebiasaan dirumah sehingga dapat membuat anak anda menjadi terbiasa dan akan melakukan kegiatan membaca dengan sendirinya tanpa disuruh.

Ajak Anak ke Perpustakaan atau Toko Buku

Mulai ajak anak anda ke perpustakaan atau toko buku setiap pekan. Dari sanalah anak akan terbiasa melihat buku. Beri kebebasaan anak anda untuk memilih buku yang mereka sukai. Dengan membiarkan anak memilih buku sendiri maka anak akan lebih semangat saat membacanya nanti, namun sebagai orang tua kita juga harus tetap mengawasi anak untuk memilihi buku yang mereka pilih agar topik yang dipilih sesuai dengan usianya.

Minta Anak untuk Bercerita Tentang Apa yang Sudah Dibacanya

Minta anak menceritakan apa yang mereka baca, ajukan beberapa pertanyaan agar dapat memicu sang anak untuk berani bercerita. Dengan banyak bertanya anda juga dapat mengajarkan anak anda untuk bersifat kritis. Gunakan cara – cara kreatif agar anak senang saat bercerita. Komunikasi antara orang tua dan anak saat meminta mereka untuk bercerita adalah hal yang berpengaruh dalam menumbuhkan minat baca sang anak.

Belikanlah Anak Buku yang Ia Sukai

Sebagai orang tua kita harus mengetahui apa yang anak – anak suka. Cari taulah buku yang dapat menarik minta baca anak anda. Belikan dan fasilitasi anak anda dengan buku favoritenya agar dapat mendorong kecintaannya terhadap buku. Hindari memaksa anak untuk membaca buku yang tidak mereka sukai. Jika membelikan buku yang mereka sukai maka memungkinkan buku tersebut akan mereka baca berulang kali.

Baca juga: 14 Tips Efektif Baca Buku yang Membosankan Jadi Asyik

Batasi Anak Anda

Batasi anak anda untuk hal – hal yang menjauhkan mereka dengan sebuah buku, misalnya bermain games, menonton televisi, bermain gedget dsb. Hal – hal tersebut bukan untuk dilarang namun suatu kegiatan yang harus anda batasi waktunya agar waktu anak – anak dapat dialokasikan untuk membaca buku.

Ciptakan Ruang Baca Buku di Rumah

Sebuah lingkungan yang nyaman dan ramah untuk membaca sangat penting bagi menumbuhkan minat baca anak. Jika memungkinkan, anda dapat membuat perpustakaan kecil di rumah. Tidak harus mewah, anda dapat membuat yang sederhana terlebih dahulu namun dengan ruangan yang rapi, bersih, serta pencahayaan yang cukup. Pastikan di ruang perpustakaan itu kedap suara tidak terdapat gangguan seperti televisi atau suara – suara anggota keluarga lainnya.

ByWulan Febriolita

Rahasia Ini Bisa Diterapkan Agar Tulisan Anda Diterima Penerbit

Rahasia Ini Bisa Diterapkan Agar Tulisan Anda Diterima Penerbit

Menulis Buku Ajar Bersama Mahasiswa - Penerbit Deepublish

Sampul Buku – Ada beberapa hal yang patut Anda perhatikan sebelum mengirimkan naskah buku. Sebab tidak semua penerbit menerima naskah Anda. Yang kerap jadi pertanyaan, hal apa sih yang harus diperhatikan supaya naskah kita dapat diterbitkan? Perlu diketahui juga bahwa penerbit memiliki syarat dan ketentuan sendiri. Bisa jadi aturan di penerbit A seperti ini, tapi belum tentu di penerbit B aturan itu berlaku. Entah dari genre cerita hingga format pengiriman yang ditinjau.

Tema Naskah

Dalam menulis sebuah buku kalian harus dapat menentukan tema dan isi yang cukup menjual. Tema yang biasanya dimintai oleh pecinta buku bermacam – macam. Kalian dapat melihat – lihat di beberapa toko buku, tema buku apa saja yang sedang laris dipasaran sehingga kalian mendapatkan referensi untuk menentukan tema pada buku kalian. Tema ini adalah penentu awal apakah tulisan kalian akan dilihat atau langsung dikembalikan.

Kumpulkan Bahan

Setelah menentukan tema selanjutnya kalian harus mengumpulkan bahan-bahan yang berkaitan dengan  tema tulisan tersebut. Pengumpulan bahan dapat dilakukan dengan berbagai cara seperti wawancara dengan narasumber, studi pustaka, pengamatan, atau gabungan dari ketiganya.

Bahan ini dapat memperkuat cerita pada buku anda nantinya misalnya kalian ingin membuat cerita mengenai masa orde baru maka kalian dapat mencari sumber-sumber tersebut dengan cara mewawancarai warga yang merasakan jaman orde tersebut. Mengumpulkan bahan ini dapat juga dengan cara banyak membaca buku karya-karya penulis lain. Dari karya penulis lain kalian dapat belajar bagaimana penulisan yang baik dan benar.

Kerangka dan Struktur Penulisan

Setelah bahan – bahan terkumpul mulailah menyusun struktur penulisan dengan cara mencatat gagasan dan ide yang kreatif dan menarik. Misalnya jika naskah yang ingin ditulis mengenai orde baru maka tulislah “order baru” ditengah lalu berikan cabang pada tulisan tersebut yang membahas mengenai sejarah, tragedi, kronologi, penduduknya dsb. Dari cabang tersebut buatlah anak cabang lagi, misalnya “penduduk” pada jaman itu di kategorikan kembali ke dalam pendidikan, asal usul, jumlah dsb. Dengan cara ini maka naskah yang disajikan akan lebih terstruktur.

Gaya Penulisan

Gunakan bahasa yang mudah untuk dipahami dan penggunaan EYD yang tepat adalah salah satu penilaian yang mendasar bagi penerbit. Kata – kata yang kalian susun harus mempunyai poweful dan kekuatan yang mampu menghipnotis pembaca. Bahasa yang digunakan harus disesuaikan dengan tema buku. Jika buku yang dibuat mengenai novel fiksi remaja maka gunakan tulisan yang disesuaikan dengan pembaca remaja, jangan gunakan bahasa yang terlalu tinggi dan sulit dipahami oleh kalangan remaja.

Ikuti Persyaratan Penerbit

Setiap penerbit pasti memiliki persyaratan tersendiri dalam menerima naskah. Ada banyak sekali standar yang di syaratkan oleh penerbit. Namun dari beberapa itu ada beberapa syarat yang lazim disertakan seperti margin, font, minimal naskah, referensi naskah, daftar pustaka, biodata penulis serta tata pengiriman naskah.

ByWulan Febriolita

Dituntut Punya Banyak Buku Tapi Biayanya Mahal?

Dituntut Punya Banyak Buku Tapi Biayanya Mahal?

Negara Ini Paling Banyak Terbitkan Buku Di Dunia - Lifestyle Liputan6.com

Sampul Buku – Uang sekolah bukan lagi menjadi salah satu biaya pendidikan tinggi yang menjadikan bayar kuliah sebagai tantangan. Justru saat ini, siswa dapat lebih banyak menghabiskan uang hanya untuk membeli buku. Menurut data survei terbaru dari Dewan Perguruan Tinggi, mahasiswa menghabiskan sekitar USD1.290 untuk buku dan persediaan selama tahun akademik 2018-2019. Sementara hampir setiap buku teks perguruan tinggi saat ini tersedia secara digital, buku teks bersampul tebal bisa mahal.

1. Beli Format Digital

Perbedaan biaya antara versi digital dan cetak dari buku bisa sangat dramatis. Perusahaan buku biasanya menjual teks dalam berbagai bentuk, termasuk digital dan kadang-kadang dalam binder.

Untuk menyiasati biaya buku mahal, tentu lebih murah versi digital daripada versi tradisional. Contohnya salinan baru dari “Campbell Biology” edisi ke-11, dapat berharga lebih dari USD200. Versi digital atau e-book, dari edisi yang sama dapat jauh lebih murah sekitar USD120, sedangkan versi lepas harganya sekitar USD165.

2. Pertimbangkan teks versi lama

Penerbit sering merilis edisi baru setiap beberapa tahun, tetapi versi terbaru harganya sedikit lebih mahal dari edisi sebelumnya. Jika ragu, tanyakan kepada profesor untuk memastikan edisi yang lebih lama tidak akan menyebabkan kebingungan untuk penugasan dan nomor halaman yang bervariasi.

3. Manfaatkan sumber daya pendidikan

Sumber daya pendidikan terbuka, yang dikenal sebagai OER, adalah bahan ajar, seperti buku teks, yang tersedia secara online gratis. Organisasi advokasi kepentingan umum mengatakan sekolah yang berinvestasi dalam pendidikan terbuka atau sumber daya berbiaya rendah dalam kurikulum tentu saja menghasilkan penghematan yang signifikan bagi siswa.

4. Beli buku bekas

Toko buku kampus atau penjual buku bekas dapat membantu siswa menghemat uang. Karena dengan membeli buku bekas jauh lebih murah dibandingan beli buku baru. Jika ingin membeli buku bekas disarankan agar memeriksanya terlebih dahulu agar tidak salah membeli edisi yang dibutuhkan.

5. Berburu buku diskon

Perguruan tinggi sering bermitra dengan perusahaan yang menawarkan pengurangan harga kepada siswa mereka. University of Wisconsin Milwaukee misalnya, bermitra dengan eCampus.com untuk diskon buku pelajarannya.

University of Missouri memiliki perjanjian dengan McGraw-Hill Education yang memungkinkan siswa untuk membeli buku teks elektronik penerbit hingga 38% dari harga eceran, siswa memiliki akses ke konten yang dibeli selama lima tahun.

6. Beasiswa buku

Beberapa institusi menawarkan beasiswa untuk menyiasati biaya buku yang mahal. Universitas Dayton di Ohio misalnya, menawarkan beasiswa untuk siswa yang memenuhi syarat yang mengunjungi kampus sekolah selama proses seleksi perguruan tinggi mereka.

Untuk penghargaan, sekolah memberi siswa hingga USD500 per semester untuk buku, selama pembelian dilakukan melalui toko buku kampus. Dengan adanya beasiswa bahaluku teks ini benar-benar menghemat siswa dalam membeli buku dan tidak mengeluarkan uang yang terlalu banyak hanya untuk membeli buku saja.

7. Gunakan perpustakaan

Para ahli merekomendasikan agar para siswa memanfaatkan perpustakaan sekolah mereka untuk memangkas pengeluaran buku pelajaran. Seringkali ada salinan buku pelajaran yang diperlukan untuk kelas yang diadakan di cadangan kursus serta akses ke banyak jurnal elektronik dan e-book di sebagian besar koleksi perpustakaan digital sekolah. Hal ini juga sangat membantu, pasalnya perputakaan akan menyediakan buku dari berbagai pelajaran.

8. Sewa buku teks digital

Pengecer online seperti Amazon Textbook Store, Chegg.com dan Google Play menawarkan penyewaan buku. Misalnya seorang siswa dapat menyewa “Fundamentals of Engineering Thermodynamics” edisi kesembilan melalui Google Play dengan harga sekitar USD30, sebagian kecil dari biaya pembelian buku dalam format tradisional. Periode dan ketentuan sewa bervariasi antar vendor.

9. Berlangganan

Beberapa diskon buku tersedia melalui layanan berbasis langganan. Cengage, penerbit terkenal, menawarkan langganan yang harganya sekitar USD120 per semester untuk akses tak terbatas ke lebih dari 20.000 materi kursus digital, yang termasuk buku pelajaran. Dengan harga segitu siswa menjadi hemat dan bisa akses buku apapun dalam satu semester karena sudah berlangganan.

10. Jual buku Anda melalui penawaran pembelian kembali

Biasanya ada opsi untuk menjual kembali buku teks tradisional edisi terbaru secara online melalui perusahaan seperti Amazon. Kadang-kadang toko buku kampus, seperti yang ada di East Carolina University akan memiliki tanggal yang ditentukan ketika siswa dapat mulai menjual buku teks bekas. Siswa juga mungkin diminta untuk menunjukkan ID universitas mereka. Ada juga opsi lain untuk menjual buku teks bekas secara online.