Author Archive Heru Ardiyanto

ByHeru Ardiyanto

Urutan Cara Menyampul Kertas Buku

Urutan Cara Menyampul Kertas Buku

Sampul Buku – Menyampul buku menjadi sebuah tips siswa agar buku tetap rapi dan terhindar dari kerusakan. Dengan adanya sampul buku maka akan menambah nilai keamanan dan perawatan terhadap sebuah buku.

Sampul buku juga bisa memperbaiki buku yang memiliki sampul yang sudah rusak atau tampak lusuh. Menyampul buku bisa memperbaiki penampilan dan juga tekstur buku. Apa pun alasan untuk membuat sampul buku, ada beberapa kemungkinan ketika akan membuatnya. Anda bisa memilih gaya dan jenis sampul sesuai dengan yang paling disukai. Anda memiliki banyak pilihan, mulai dari kertas hingga flanel. Berikut ini aka nada cara sampul buku menggunakan Kertas Cokelat

1. Siapkan kertas cokelat

Jenis sampul seperti ini bisa dibiarkan begitu saja atau dibuat lebih indah dengan ditempelkan prangko, dilukis, atau dihias dengan teknik decoupage (menempelkan potongan-potongan kertas ke suatu benda lalu diberi pernis atau pelitur). Anda juga bisa menggunakan kertas lain: kertas bungkus kado, kertas surat hias bergambar, dan jenis kertas lain yang cukup kuat untuk dijadikan sampul buku.

2. Ukurlah sampul buku. Letakkan kertas cokelat di atas permukaan yang rata.

Jika menggunakan tas kertas, tas kertas harus dipotong agar terbuka sehingga terbentang rata. Potong pula pegangannya.

Kertas harus lebih besar daripada buku sehingga cukup untuk menyampul buku dan menghasilkan sampul agar kulit buku bisa dimasukkan ke dalamnya.

3. Buatlah garis horizontal di kertas di sepanjang pinggiran atas dan bawah buku.

Garis horizontal ini akan menjadi panduan untuk melipat kertas untuk membantu membentuk sampul buku.

4. Pindahkan buku dari atas kertas.

Perhatikan, lipatan bisa dibuat lebih rapi dan lebih mulus dengan menggunakan bone folder. Bone folder adalah benda dari plastik yang mirip seperti pisau. Alat ini digunakan untuk membuat lipatan dan lekukan yang sempurna tanpa memotong kertas. [1]

5. Letakkan kembali buku di atas kertas yang sudah dilipat.

Pastikan sisi-sisi kertas memiliki panjang yang sama dengan tiap sisi buku. Lalu pastikan agar buku sejajar sehingga bagian atas dan bawah sejajar dengan lipatan kertas.

6. Bukalah kulit buku bagian depan. Lipatlah pinggiran kiri kertas pada kulit buku.

Dengan kulit depan buku yang terbuka, ambil bagian kiri kertas dan lipat pada kulit buku. Jika kertasnya berlebih dan lipatan terlalu panjang dari yang diinginkan, potonglah kertas yang berlebih tersebut.

7. Tutuplah buku sambil menjaga agar kertas terlipat pada kulit buku. Jagalah pinggiran kiri kertas agar tetap terlipat kencang pada posisinya.

Kertas harus tetap terlipat kencang pada kulit depan buku. Anda harus memindahkan kembali posisi buku agar kertas tidak robek di bagian punggung buku.

Jika kertas terlalu kencang, pindahkan buku agar lebih longgar. Buku harus disampul tanpa merobek kertasnya.

8. Bukalah kulit belakang buku. Lipat pinggiran kanan kertas.

Seperti yang dilakukan dengan kulit depan buku, lipatlah kertas pada kulit belakang buku. Jika kertasnya berlebihan, potonglah.Tutuplah buku untuk memastikan agar kertas terlipat kencang.

9. Masukkan tiap kulit buku ke dalam lipatan kertas yang baru dibuat.

Lipatan telah menghasilkan sampul. Sekarang tiap kulit buku bisa dimasukkan ke dalam sampul agar lebih kencang.

Dengan kertas yang telah dilipat rapi dan ketebalan kertas menjadi hal yang utama, maka kulit buku tidak perlu diberi plester. Namun, sampul bisa diplester jika perlu.

10. Hiaslah atau berilah label pada buku.

Tidak ada batasan untuk membuat sampul cokelat agar lebih menarik. Sampul cokelat tersebut bisa digambar, dihias dengan cetakan kentang, atau dilukis (Namun, lakukan sebelum membuat sampul buku). Atau tempelkan label dan tulislah nama buku pada label tersebut.

Pita atau jalinan pita bisa ditempel pada punggung buku untuk menambah efek dan kekuatan buku. Hal ini sangat bagus dilakukan jika buku digunakan untuk pernikahan, buku tamu, atau cendera mata lain.

Anda juga bisa menuliskan nama buku atau nama kelas di sampul kertas depan agar lebih mudah untuk dibedakan.

Nah berikut tadi ulasan mengenai cara menyampul kertas, semoga bermanfaat ya.

ByHeru Ardiyanto

Bahan Baku Map

Bahan Baku Map

Bahan Baku Map- Sebuah Map memang sangat melekat dengan Namanya sebuah dokumen. Dengan adanya map akan menambah nilai kerapian dan keamanan. Ada beberapa tipe mulai dari map raport, map ijazah, map sertifikat, cover agenda. Dengan bermacam-macam map tersebut tentunya kita harus mengetahui bahan apa saja yang dibuat untuk membuat sebuah map yang berkualitas. Berikut ini penuturannya :

1.Bahan TPK

Bahan TPK merupakan bahan baku utama untuk membuat map raport, map ijazah, map sertifikat, cover agenda, bahan ini menyerupai kulit sintetis dan tersedia dalam berbagai macam warna, hal inilah yang menjadikan map anda terlihat menarik.

2. Bahan Karton

Bahan karton merupakan bahan pelapis bagian dalam map raport, map ijazah, map sertifikat, cover agenda yang fungsinya menjadikan map raport, map ijazah, map sertifikat, cover agenda terasa kaku dan tidak mudah robek.

3. Bahan Plastik Mika Doff

Bahan plastik mika doff adalah jenis plastik yang merupakan campuran antara bahan PP / PE / PVC yang terdiri dari plastik mika bening yang lemas untuk album, sampul, isi map, pembungkus, taplak meja, dll dan plastik mika film yang kaku untuk membuat kotak. Plastik mika doff ini lebih kuat dan tidak mudah robek dan tidak menempel jika dokumen dalam keadaan lembab atau berminyak.

Bahan baku pembuatan map raport, map ijazah, map sertifikat dan cover agenda yang digunakan oleh bintangnusantaramap.com adalah bahan baku berkualitas. Pelanggan kami bukan hanya dari pulau jawa, akan tetapi seluruh wilayah Indonesia. Dengan pengalaman kami di bidang pembuatan map, jangan pernah ragu untuk berkerja sama dengan kami dalam pembuatan map anda.

Semoga ulasan diatas bermanfaat mengenai bahan baku dari sebuah map yaa.

ByHeru Ardiyanto

Beberapa Tips Yang Wajib Penulis Ketahui Untuk Desain Cover Buku

Beberapa Tips Yang Wajib Penulis Ketahui Untuk Desain Cover Buku

Tips Desain Cover Buku –  Di zaman milenial seperti saat ini semuanya serba digitalisasi. Penulis buku yang menerbitkan buku atau yang kerap disebut dengan nama Independent Author. Sebagai seorang  Independent Author harus mempunyai kemampuan menulis, menerbitkan buku dan mendesain cover buku itu sendiri.

Memiliki tanggung jawab penuh terhadap buku yang hendak diterbitkan tentu membuat mereka harus bekerja keras, khususnya dalam mendesain cover buku mereka demi menarik para calon pembaca. Para independent author tersebut perlu memperhatikan banyak hal dalam mendesain cover buku mereka. Terkait hal tersebut, berikut rangkuman tips yang perlu diperhatikan dalam membuat desain cover buku.

1. Buat Desain Cover Buku yang Simpel

Tips satu ini merupakan salah satu tips yang diberikan oleh sang desainer profesional kepada desainer amatiran. Seorang desainer amatiran kerap menggunakan desain yang berlebih lantaran hal tersebut dirasa dapat tarik minat pembaca, namun hal tersebut salah. Hampir sama dengan tips sebelumnya, kamu perlu memberikan kesan yang simpel namun menarik, dan hal tersebut bisa kamu urus dengan seorang desainer yang berpengalaman.

2. Perhatikan Ukuran dan Skala Pada Cover Buku

Seperti buku pada umunya, mereka menggunakan ukuran font, gambar yang berbeda sehingga membuat desain pada cover buku menarik . Buat suatu tulisan pada cover atau gambar pada cover dengan ukuran yang menarik perhatian calon pembaca, contohnya seperti judul buku yang dituliskan dengan font berukuran besar.

3. Pekerjakan Desainer Berpengalaman

Kebanyakan dari penulis buku sendiri tidak mengetahui dalam hal mendesain cover buku. Oleh sebab itu, mencari seorang desainer berpengalaman merupakan salah satu hal yang tepat untuk dilakukan oleh sang independent author. Sang desainer dapat membantumu dalam menentukan warna, gambar, font, dan hal-hal yang berkaitan dengan desain cover buku mu.

4. Buat Dua Versi Resolusi yang Berbeda

Sebagai seorang penulis, hendaknya kamu perlu mengetahui dalam media apa kamu akan terbitkan buku kamu. Di era yang serba digital, banyak penulis menerbitkan buku mereka melalui online, atau kerap disebut dengan e-book. Jika kamu hendak menerbitkan di kedua media, yakni online dan cetak, maka kamu perlu mempersiapkan dua buah versi desain cover buku dengan resolusi gambar yang berbeda.

5. Hindari Cover yang Berantakan

Pastikan desain cover buku kamu tersusun dengan baik, jika tidak calon pembaca mungkin akan mengurungkan niatnya untuk membaca karya mu. Memiliki gambar yang berlebih dengan posisi yang asal tentu akan mempengaruhi minat calon pembeli ataupun pembaca buku. Kamu perlu meminimalisir elemen pada cover buku dengan membuat poin penting dari isi buku itu sendiri tanpa perlu memasukan elemen yang tidak penting

Nah, itu beberapa tips dalam membuat desain cover buku yang perlu kamu perhatikan. Semoga bermanfaat ya.