4 Cara Jilid Buku

Byniken swastika

4 Cara Jilid Buku

4 Cara Jilid Buku4 CARA JILID BUKU

Jilid Buku – Teknik-Teknik Jilid Buku dan Dokumen – Teknik penjilidan buku atau dokumen mempunyai sejarah yang sangat panjang. Di era awal, buku konvensional terdiri dari lembaran papirus, sejenis tumbuhan yang merupakan bahan pembuat kertas, yang digulung dan memanjang. Selanjutnya, proses penjilidan buku mengalami perubahan dari yang dulunya gulungan papirus yang memanjang menjadi lembaran terpisah yang terbuat dari kulit hewan sebagai sampulnya. Sampul tersebut diikuti dengan lembaran daun yang telah dikeringkan sebagai isinya lalu dilipat kemudian disusun menjadi beberapa bagian berdasar ukuran tertentu. Susunan tersebut lalu dijahit hingga terbentuklah sebuah buku.

Awal abad ke-19 merupakan era transformasi teknik penjilidan buku. Saat itu permintaan dan kebutuhan akan buku semakin meningkat dan penerbit mulai mengontrol segala hal mulai dari pengeditan, pencetakan hingga penjilidan. Perkembangan selanjutnya, para penerbit buku melihat sampul/cover buku sebagai media yang bisa mencerminkan isi buku dan menarik perhatian orang.

Bagaimana Cara Menjilid Buku?

Bagi anak-anak kuliah atau sekolah terutama mereka yang sedang mengerjakan skripsi, karya ilimiah  atau tugas akhir, jilid buku pasti menjadi hal yang penting untuk dipertimbangkan. Nah, ada baiknya sobat menyimak cara menjilid buku yang mungkin pernah dilihat di tempat fotokopi.

Teknik-teknik penjilidan buku atau dokumen dapat dilakukan dengan beberapa cara namun teknik tersebut tidak bersifat mutlak. Artinya, kita bisa mengombinasikan antara teknik penjilidan yang satu dengan yang lain. Misalnya, untuk buku yang tebal lebih dari seratus halaman bisa menggunakan teknik jilid benang dengan jilid lem panas atau jilid hardcover agar buku tidak cepat rusak.

Hal-hal yang dapat mempengaruhi proses penjilidan buku yaitu ketebalan buku dan budget atau anggaran. Teknik penjilidan buku juga bisa berfungsi untuk meningkatkan image buku itu sendiri. Contohnya, ketika kita melihat buku yang dijilid dengan hardcover, buku itu akan berkesan lebih mewah dan eksklusif.

Jilid Kawat (Saddle Stitching)

Bagi orang awam, teknik jilid yang paling gampang dilakukan ini sering disebut juga dengan jilid staples. Namun, istilah jilid staples tidak biasa digunakan di dalam dunia percetakan. Istilah yang sering dipakai dalam dunia percetakan adalah jilid kawat. Teknik jilid ini biasa digunakan untuk menjilid buku atau dokumen dengan ketebalan yang tipis antara 4-80 halaman.

Dokumen yang dicetak dengan menggunakan teknik jilid kawat pada bagian tengah harus mempunyai kelipatan empat, jika tidak maka akan ada halaman yang kosong.Kenapa harus kelipatan 4? Karena kertas pada buku itu dilipat menjadi dua bagian lalu dijilid kawat di bagian tengahnya.

Loop Stitching

Teknik jilid ini pada prinsipnya hampir sama dengan saddle stitching. Bedanya, yaitu pada bagian luar buku, kawatnya melengkung membentuk suatu lubang. Fungsi kawat melengkung yang berlubang itu agar buku bisa dimasukkan dalam binder yang besar. Biasanya, jenis jilid ini dipakai di sebuah perusahaan yang mempunyai katalog banyak dan dikoleksi dalam satu binder.

Side Stitching/Sewn

Teknik jilid ini dapat menggunakan bahan kawat atau benang. Berbeda dengan saddle stitching, proses jilid dilakukan dengan menjahit atau men-staples dari bagian sisi depan hingga tembus ke bagian belakang buku. Teknik ini dapat digunakan untuk menjilid dokumen yang lebih tebal.

Jilid Benang (Sewn Binding)

Teknik penjilidan dengan menggunakan benang sering digunakan untuk keperluan cetak buku dengan hard cover. Jumlah halaman yang dijahit dengan menggunakan benang tergantung pada ketebalan kertas (gramatur). Semakin besar gramatur, maka semakin sedikit jumlah halaman yang dijahit. Seperti halnya saddle stitching, teknik sewn binding ini mempunyai jumlah halaman kelipatan empat karena buku terdiri dari kertas yang dilipat dan dijahit di bagian tengahnya.

About the author

niken swastika administrator

Leave a Reply